Pages

Subscribe:

Senin, 15 Oktober 2012

Tinjauan Pustaka



Tinjauan pustaka merupakan kegiatan mempelajari pustaka terutama tentang permasalahan yang serupa maupun berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Adapun sumber pengetahuan atau pustaka yang dapat dikaji lebih dalam dapat berupa buku, jurnal, artikel surat kabar, catatan sejarah, laporan pemerintah, tesis, disertasi, dan lain sebagainya.
Bagi peneliti, tinjauan pustaka merupakan bagian yang sangat penting. Karena dalam penelitian, tinjauan pustaka tidak hanya sekedar untuk membuktikan bahwa penelitian yang diusulkan belum pernah dilakukan sebelumnya, tetapi juga untuk memperdalam pemahaman mengenai topik yang diteliti. Dimana dengan melakukan tinjauan pustaka, peneliti dapat untuk menemukan dasar yang kuat mengapa ia memilih tema tertentu, mengapa ia menerapkan metode tertentu dan bukan metode yang lainnya, atau memberi landasan teori yang menjadi acuan dalam  lingkup permasalahan yang ingin diteliti.
Sebuah tinjauan pustaka bukan ringkasan langsung dari segala sesuatu yang telah dibaca dan bukan hanya deskripsi kronologis dari apa yang ditemukan di lapangan. Sebuah tinjauan pustaka berisi analisis penelitian yang ada yang relevan dengan topik yang diteliti, menunjukkan bagaimana kaitannya dengan penyelidikan topik tersebut. Sehingga, melalui tinjauan pustaka didapatkan suatu penjelasan mengenai bagaimana penelitian dapat membantu menjawab beberapa pertanyaan dari kesenjangan pada penelitian- penelitian pendahulu.
Adapun langkah- langkah yang dapat digunakan dalam menyusun tinjauan pustaka adalah sebagai berikut:
1.      Mencari sumber-sumber untuk bahan tinjauan pustaka atau literature review.
Sumber pustaka yang paling bagus untuk digunakan dalam adalah tinjauan pustaka adalah buku dan jurnal. Dalam mempelajari isi buku maupun jurnal tersebut, peneliti
Diharuskan untuk memperhatikan struktur dan teks misalnya daftar isi, abstrak, heading dan sub-headings. Hal ini sangat berguna untuk melihat apakah sumber yang dipilih itu cocok dengan penelitian.
2.      Mengevaluasi isi yang dimuat di dalam sumber-sumber tersebut.
Setelah membaca dan menangkap inti dari bacaan yang dipilih, selanjutnya dilakukan evaluasi atau kritisisi terhadap hal-hal yang pernah dikemukakan orang lain. Evaluasi ini digunakan untuk mengukur validitas dan relevansi sumber-sumber dengan penelitian, serta mecocokkan apakah metode, data, dan teknik analisa yang digunakan oleh peneliti sudah tepat atau belum.
3.      Membuat summary terhadap isi sumber-sumber tersebut.
Hal yang dituliskan dalam summary antara lain: Penulis, Tahun, Judul dan Sumber (Buku, Jurnal, Proceedings atau Technical Report) dari tulisan yang dibaca, Tujuan Penelitian, Metode Penelitian, Hasil Penelitian, Kesimpulan dan Saran. Selain hal-hal tersebut, hasil pengevaluasian terhadap sumber tulisan tersebut juga dimasukkan di dalam rangkuman.
    Untuk dapat melakukan tinjauan pustaka dengan baik, diperlukan keterampilan dalam hal pencarian informasi dan kemampuan mengkritisi. Pencarian informasi ini berkaitan dengan pengumpulan sumber- sumber yang akan dikaji, peneliti sebaiknya memiliki sense tentang berapa banyak informasi yang ia perlukan serta mengetahui sumber-sumber mana yang bisa ia percaya. Dalam pencarian informasi, kemutakhiran sumber juga perlu untuk dijaga. Untuk informasi tertentu, terkadang perkembangannya begitu cepat, sehingga harus selalu berusaha mencari yang paling up-to-date. Sedangkan, kemampuan mengkritisi digunakan peneliti untuk mengevaluasi secara tepat hasil penelitian- penelitian terdahulu sehingga dapat menemukan kesenjangan dan mengetahui area penelitiannya.

0 komentar:

Poskan Komentar